Saatnya Mengubah Cara Pandang
Ada orang yang tiap kali melihat sesuatu di sekitarnya, bawaannya komentar melulu. Untung kalau komentar yang dilontarkannya itu berupa komentar yang positif, tapi ini nggak gitu karena mayoritas orang yang suka komentar terhadap apa pun di sekitarnya biasanya cuman bisa mengejek, menghina, menggunjing, merndahkan, dan ketahuilah bahwa semua itu tidak merubah apa pun di sekitarnya itu. Tak tahu bagaimana orang seperti itu dalam memandang kehidupan ini. Seolah-olah semua salah, semua jelek, semua tidak sesuai dengan keinginannya.
Mungkin orang seperti itu salah dalam memandang segala sesuatu di sekitarnya. Salah dalam memakai “kaca mata kehidupan”, salah mengambil sudut pandang, atau salah mengerti dengan apa yang ada di sekitarnya. Pernah salah seorang teman bilang begini, “Wah, kayaknya gak usah sholat aja deh! Coz yang sholat aja belum tentu masuk surga!”
Barangkali Anda pun pernah mendengar pernyataan semacam itu. Coba sekarang kita mencoba melihat dengan kaca mata yang lain. Lawong yang sholat aja belum tentu masuk surga, apalagi orang yang gak sholat sama sekali. Gak tahu deh gmn nasibnya?
Ada lagi orang yang menyatakan begini ketika mengetahui ada orang yang ketangkap basah mencuri perhiasan milik tetangganya padahal “Si Tersangka” adalah orang keluaran (alumni) salah satu pondok pesantren terkenal, “Kok bisa-bisanya ya alumni ponpes melakukan tindakan semacam itu!!! (dengan ekspresi wajah yang gak bangget deh!)”.
Kembali lagi kita dapat melihat dari sisi yang lain. Lawong sudah pernah “belajar” di pondok pesantren aja dia masih mencuri, bagaimana kalau dulu dia tidak mondok di ponpes, bisa-bisa dia melakukan tindakan yang lebih parah lagi. Untung aja dulu dia pernah “singgah” di pondok pesantren. Jadi dengan demikian kita masih bisa melihat sisi positifnya.
Ada lagi cerita singkat yang menggambarkan bahwa kita bisa melihat dari sudut pandang yang lain dari sebuah kejadian yang kita alami.
Suatu saat ada seorang kakek tua dan cucunya sedang menyeberang jalan. Tiba-tiba dari arah lain ada sebuah mobil yang bergerak dengan sangat cepat dan hampir saja menyerempet Sang Kakek. Dengan suara yang sangat keras Si Pengendara mobil berteriak, “Woi, kalau menyeberang itu pakai mata dong!”
Lalu dengan santainya Sang Kakek bilang begini, “Lho, kamu itu yang yang pakai mata, mau nabrak kakek yang tua renta kayak gini aja kagak kena!!!”.
Itu tadi hanya sekedar cerita singkat yang semoga lebih memantapkan keyakinan kita bahwa segala kejadian bisa disikapi dengan lebih positif asalkan kita bisa mengambil sudut pandang atau menggunakan kaca mata yang tepat. Ya kalau mau melihat gerhana matahari ya jangan pakai kaca mata biasa dong, bisa sakit tuh mata! Jadi, untuk bisa melihat sisi positif dari suatu kejadian kita harus pandai-pandai mengamati dan merenungi.
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |

Comments
Leave a Reply