gudlux images

Artikel-artikel Pilihan:

Desktop-ku Hilang ke Mana Ya?
Coba Tebak, ke manakah yang 100?
Tips Mengamankan Password Anda
Alay Generator, Apaan Tuh?
Membobol Password Linux Mint 8 Helena
Security VS Comfortability


Pintar saja tidak Cukup

Posted on May 26, 2009 by Moch. Iqbal Chahyadi
Filed Under All, belajar, cerita, sharing

Barangkali anda udah pernah menemui kejadian di mana anda sangat tidak bersemangat dalam mengikuti/mendengarkan orang lain berbicara. Atau bagi anda yang udah pernah kuliah pasti udah sering bertemu dengan dosen yang mengajar dengan gaya mengajar yang tidak menarik dan sama sekali tidak atraktif sehingga membuat mata menjadi ngantuk. Jadi, kuliah itu seolah-olah menjadi obat tidur bagi para mahasiswanya.

Boleh jadi, dosen yang menyampaikan materi kuliah paham betul dengan apa yang disampaikannya tetapi dia tidak belajar bagaimana caranya supaya apa yang disampaikannya dapat diterima oleh para peserta didiknya. Gaya mengajar yang monoton, tak ada interaksi dengan mahasiswa, sedikit humor pun tak ada (maksudnya humornya garing bgt). Bagaimana mahasiswa tidak mengantuk kalau kondisinya semacam itu?

Seyogyanya para dosen (dan para pengajar pada umumnya) harus sedikit-sedikit belajar tentang kondisi psikologis orang lain. Apa yang harus dilakukan ketika anak didik terlihat bersemangat sekali? Bagaimana strategi mengajar ketika pagi hari, siang atau sore hari dan lain sebagainya. Mengapa begitu? Ya, karena mood dan suasana hati orang berbeda-beda. Bisa jadi pagi hari semangatnya meledak-ledak dan pada siang hari sebaliknya.

Sebagai pengajar yang baik, ya…lihat situasi dan kondisi dong! Style mengajar di pagi hari ya jangan sampai disamakan dengan style mengajar ketika sore hari. Soalnya pada umumnya orang udah capek pada sore hari sehingga gaya mengajar di sore hari sebaiknya jangan melulu menggunakan metode ceramah, bisa-bisa pada terlelap semua kalau begitu. Saya pernah menemui dosen yang lebih banyak cerita dan guyon ketika dia memberikan kuliah pengganti di hari sabtu. Saya yang seharusnya hari sabtu libur tapi mau juga berangkat karena dosennya ya menarik dan meskipun agak ngantuk tapi nggak keterusan karena dia cerita melulu dan ceritanya pun lucu juga. Jadi, untuk menjadi pengajar (pendidik) yang baik pintar saja (maksudnyua menguasai ilmu yang akan disampaikannya) tidak (belum) cukup. Dia juga harus tahu bagaimana cara yang efektif untuk menyampaikan apa yang ia fahami.

Bookmark this post:
Sphinn Bumpzee Reddit Del.icio.us Digg ma.gnolia Windows Live Technorati co.mments Slashdot DZone Netvouz PlugIM Spurl it! LinkArena Mixx Blinklist Socialogs Wists Yahoo MyWeb Furl Google Bookmarks

RSS Feeds: Articles | Comments
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |



Comments

Comments are closed.