Menjamurnya Recycle dan Rearrangement Lagu-lagu
Kalau Anda mengamati saat-saat ini banyak sekali bermunculan ‘lagu-lagu baru’ namun dengan ‘wajah lama’. Artinya lagu-lagu tersebut merupakan new release tetapi hanya aransemen dan penyanyinya saja yang beda. Entah apa alasannya yang jelas saya sendiri kok gak gitu ’sreg’ dengan hal-hal semacam itu. Recycle dan Rearrangement sebuah lagu yang paling aneh adalah yang berupa remix. Sebenarnya remix tuh lebih<!–more–> tepat kalau disebut rearrangement doang deh! Bit dan penyanyinya sih kadang masih sama hanya saja ditambahi dengan suara-suara ‘aneh’ di sana-sini sehingga (kadang) berubah dari aslinya.
Contoh remix (itu pun kalau mau disebut remix) adalah lagu-lagu Indonesia yang pop kemudian dibuat versi dangdut-nya. Tinggal ditambahi jedak jeduk ala dangdut …jadi deh. Mungkin contoh remix yang lebih tepat adalah yang dibuat oleh para DJ atau album Reanimation milik Linkin Park. Khusus untuk album Reanimation milik Linkin Park, memang ga semua lagu jadi bagus but lebih banyak yang jadi ‘aneh’.
Contoh lain yang bukan remix but recycle adalah boys band bernama Westlife pada awal-awal kemunculannya sampai di akhir-akhir ‘ketertenggelamannya’ (berarti semuanya dong???). Mereka membawakan lagu-lagu para ’sesepuhnya’ dengan gaya dan style mereka sendiri meskipun sound yang dipake kurang lebih sama.
Demam Westlife rupanya juga menimpa para penyanyi yang banyak bermunculan di masa ini. Bedanya kalau Westlife mayoritas membawakan lagu-lagu dari jaman doeloe tetapi kalau penyanyi jaman sekarang membawakan lagu-lagu penyanyi atau grup band yang baru aja ngeluarin album (sekitar 1-5 tahun yang lalu bahkan dalam hitungan bulan juga ada). Maksudnya misalnya lagunya penyanyi X dengan judul xxx muncul di bulan April 07 dan ternyata bulan Juli kok udah ada penyanyi (baru) lain yang membawakan lagunya si x dengan judul xxx di bulan Juli 07. Wah emangnya bikin lagu sendiri ga bisa apa ya???
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |

Comments
Leave a Reply