Mau nggak jadi anak-anak lagi? (bagian 1)
Di sekitarku banyak kujumpai anak-anak kecil yang usianya masih di bawah 6 tahunan dan rata-rata masih belom sekolah. Hampir tiap hari lebih tepatnya di sore hari ketika udara udah gak gitu panas, di depan rumahku (gak persis di depan sih!) banyak anak kecil yang bermain dan berlarian ke sana ke mari.
Gak tahu apa yang sedang dimainkan but nampaknya kok asyik bangget ya! Suara sorak sorai dan teriakan mereka ‘menggelegar’ meramaikan suasana di sore hari. Kadang-kadang gak cuman anak-anak TK aja but juga anak-anak SD yang ikut-ikutan maen bulu tangkis. Seakan tak mau kalah dengan juniornya, mereka juga bermain sambil “bengak-bengokâ€. Terkadang juniornya datang “ngrusuhi†sang senior sehingga suasana menjadi semakin meriah (dan mbrebeki tonggone tentunya!).
Hal yang menjadi perhatianku bukannya suara riuh yang mereka timbulkan melainkan kok bisa ya mereka seperti itu. Bermain dengan riang gembira seakan-akan gak ada beban yang mereka pikul, yang ada hanyalah bermain dan bersenang-senang menikmati hari. Apa memang begitu atau gimana ya… aku juga gak gitu tau?
Coba bayangkan dan bandingkanlah dengan diri kita masing-masing! Masih bisakah kita seperti mereka? Mungkin untuk beberapa saat saja di antara kita masih bisa melakukannya. Akan tetapi setelah itu pasti pikiran kita kan terisi lagi dengan berbagai masalah-masalah yang ada di sekitar kita. Entah itu masalah kuliah yang belom kelar-kelar juga, UAN-UAS-UN-atau ujian-ujian yang siap menghadang, melamar kerjaan kok belom ketrima juga, besok mau makan apa harga BBM kok naik melulu ya, listrik ikut-ikutan byar pet serta sederetan masalah lainnya.
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |

Comments
Leave a Reply