Manajemen Kegagalan (Disaster Management)
Tujuan Manajemen Kegagalan
-
Untuk meminimalisasi dampak/kerugian yang ditimbulkan untuk masa-masa sekarang atau di kemudian hari.
-
Di dalam Manajemen Kegagalan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Monitoring: pemantauan yang dilakukan seluruh kondisi–secara terus menerus.
-
Sistem Deteksi: pemantauan terhadap kondisi-kondisi abnormal (kondisi yang diprediksi memicu penurunan kinerja sustu sistem)
-
Otomatisasi Sistem: skrip, program atau suatu sistem yang dapat melakukan perbaikan, pemulihan dan tindakan lain yang diperlukan.
Contoh Otomatisasi Sistem:
-
Pembatasan jumlah bandwidth yang dipakai user apabila melampaui batas tertentu
-
Kombinasi heartbeat (untuk mendeteksi kondisi abnormal) dan NAT
-
Load balancing: penyediaan jaringan cadangan sehingga kalau terjadi gangguan pada satu jaringan bisa segera di-switch ke jaringan lain yang masih normal.
-
-
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |

Comments
One Response to “Manajemen Kegagalan (Disaster Management)”
Leave a Reply
oOohhh..
manajemen kegagalan dalam hal IT…
klo dalam kehidupan bermasyarakat gmn tuh?
admin: wah kayaknya itu lebih penting lagi