gudlux images

Artikel-artikel Pilihan:

Kompilasi ALSA di LinuxMint 7
Berhati-hati ketika Menghapus Komentar Spam
Blog dengan Clean URL tanpa .htaccess
Makna di Balik Kesulitan | Melatih Kita menjadi Lebih Kuat dan Hebat
Mencegah AutoCharging ketika Ponsel Sony Ericsson Dicolokkan via USB Cable
Facebook tak Bisa Diakses lewat Linux?


Linux Mint vs OpenSUSE

Posted on July 11, 2008 by Moch. Iqbal Chahyadi
Filed Under All, GNU/Linux, IT, belajar, distro, komputer, software, tips, trik

Wah, emang duel distro ya? Of course not, this time I just wanna share my experience work and play with those linux distros. Emang aku dah kerja, kok makai kata ‘work’ segala? Work here means I did my activities in those distros, especially Linux Mint. I learned PHP, AJAX, MySQL, Shoutbox, Captcha, The GIMP, OpenOffice.org etc in Linux Mint. I wrote post in both.

Firstly, I choose OpenSUSE because its appearance. It’s cool enough and different from most linux distros. I prepared about 10 GB for linux installation (OpenSUSE) but di tengah jalan kok saya tertarik dengan Linux Mint (setelah instalasi OpenSUSE selesai tentunya). Finally I decided to divide 10 GB into 3.5 GB for Linux Mint and 6.5 GB for OpenSUSE. In the beginning I thought that mengisntall OpenSUSE akan menyenangkan dan bakalan banyak software yang akan kuinstall on it. But karena saya just installed OpenSUSE one CD version ya gak gitu banyak aplikasi yang aku peroleh.

Ditambah lagi, komunitas OpenSUSE masih mengenal yang namanya restricted codec (juga software) sehingga hanya codec (software) yang ‘legal’ saja yang disertakan dalam kepingan CD OpenSUSE one CD version itu. Bahkan di repository OpenSUSE yang tersebar di internet pun aku belon juga menemukan apa yang aku cari (maksudnya susah nyarinya atau emang belon hoki aja ya???)

Linux Mint sebenarnya aku tujukan untuk selingan aja sih. Kalau menggunakan OpenSUSE kan belajar struktur RedHat sedangkan kalau memakai Linux Mint aku bisa belajar little bit about Debian. Utamanya sih pengen makai OpenSUSE dab menginstall various software dari its repositories. Akan tetapi akhirnya aku putuskan untuk memakai Linux Mint aja setelah once upon time finally I could installed “Bitnami Lamp Stack” easily.

Dari situlah aku mulai mencari-cari software apa aja yang aku perlukan dan bisa diinstall di Linux Mint (source code, .deb or .bin). Bahkan untuk percobaan, aku pakai aja beberapa software yang udah aku install di OpenSUSE (.rpm). Sebelumnya aku konversi dulu ke dalam .deb dengan menggunakan alien. But karena I just allocated 3.5 GB for its space maka ya harus selektif dalam memilih software supaya ga gitu cepat penuh. Sampai saat aku nulis this article, sisa storage yang ada di Linux Mint adalah about 400 MB saja.

Bookmark this post:
Sphinn Bumpzee Reddit Del.icio.us Digg ma.gnolia Windows Live Technorati co.mments Slashdot DZone Netvouz PlugIM Spurl it! LinkArena Mixx Blinklist Socialogs Wists Yahoo MyWeb Furl Google Bookmarks

RSS Feeds: Articles | Comments
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |



Comments

One Response to “Linux Mint vs OpenSUSE”

  1. Capturing Blog » Linux Mint vs OpenSUSE on July 12th, 2008 12:25 am

    […] But karena saya just installed OpenSUSE one CD version ya gak gitu banyak aplikasi…….Read More Entry Feed Trackback Del.icio.us Digg […]

Leave a Reply




- Why ask? This confirms you are a human user!

Search on Rapidshare.com, 4Shared & ZShare.net