gudlux images

Artikel-artikel Pilihan:

Security VS Comfortability
Tips Memilih Blog
Kompilasi ALSA di LinuxMint 7
Berhati-hati ketika Menghapus Komentar Spam
Blog dengan Clean URL tanpa .htaccess
Makna di Balik Kesulitan | Melatih Kita menjadi Lebih Kuat dan Hebat


Kisah Hanung Bramantio

Posted on July 16, 2008 by Moch. Iqbal Chahyadi
Filed Under All, blog, sharing

Setelah ngedengerin wawancara antara Ari Daging & Panda di acara Putuss beberapa hari yang lalu dengan sutradara film Kamulah Satu-satunya, Hanung Bramantio, aku terinspirasi untuk mengirim posting ini. Tahu ga sih gimana ceritanya Hanung Bramantio bisa menjadi sutradara seperti saat ini?

Gini nih sejarahnya. Ceritanya waktu itu Hanung baru berada pada semester V di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta. Ia didatangi oleh seseorang yang mengaku merupakan utusan dari Teguh Karya. Ia menjanjikan mampu menjadikan Hanung sebagai aktor kondang. Kebetulan pula, Hanung juga berkeinginan untuk menjadi seorang aktor.

Singkat cerita, akhirnya Hanung berangkat bersama orang itu ke Jakarta untuk bertemu dengan Teguh Karya. Sesampainya di sana, Hanung kebetulan saat itu melihat bagaimana seorang Teguh Karya sedang “memerintah” (baca: mengarahkan) para aktor/aktris. Melihat hal itu, timbul pergulatan di hati Hanung alangkah enaknya klo menjadi seorang sutradara yang memiliki “kekuasaan” seperti itu.

Ketika kemudian ditanyai oleh Teguh Karya tentang apa tujuannya datang ke situ, Hanung dengan serta merta menjawab bahwa ia ingin sekali menjadi seorang sutradara. Mendengar hal itu, Teguh Karya berkata, “Untung aja kamu menjawab ingin jadi sutradara!”.

“Emangnya kenapa?”, tanya Hanung dengan penasaran. Tapi Teguh hanya menjawab bahwa Hanung akan tahu jawabannya kalau ia udah menjadi seorang sutradara.

Begitulah akhirnya Hanung menjalani masa-masa ‘ospek’ sebelum menjadi sutradara. Namun Hanung masih memiliki pertanyaan tentang siapa orang yang mengaku merupakan utusan dari Teguh Karya dan ia bertekad untuk menanyakannya kepada Teguh Karya. Waktu ditanya hal seperti itu, Teguh Karya menjawab bahwa kalau ia ingin merekrut seseorang maka ia sendirilah yang akan mendatangi orang itu. Ga ada acara ngirim utusan segala.

Lalu siapakah orang yang mengaku merupakan utusan dari Teguh Karya itu. Rupanya ia adalah seorang penipu. Dalam perjalanan dari Jogja ke Jakarta, Hanunglah yang membayari biaya perjalanan dan uang makan untuk ia sendiri dan orang yang mengaku merupakan utusan dari Teguh Karya itu. Tapi tak apalah karena orang itu pula Hanung bisa menjadi seorang sutradara walaupun caranya agak aneh.

Belakangan Hanung juga mengetahui bahwa orang itu kembali lagi ke Jogjakarta dan menipu teman-teman Hanung serta orang-orang yang ada di Jogjakarta. Tipuannya semakin ‘berbobot’ karena ia telah berhasil menjadikan Hanung seorang yang terkenal. Namun tak diketahui apa sih motif sang pelaku melakukan penipuan ini.

Oleh karena itu, kepada para pembaca sekalian harap berhati-hati terhadap orang-orang semacam ini yang saat ini jumlahnya kian menggurita. Bukannya apa-apa sih, kalau memang memiliki ketrampilan dan beruntung, mungkin Anda bisa sukses seperti Hanung Bramantio. Namun berapa banyak sih orang yang bisa seberuntung itu. Dan keberuntungan itu kan ga bisa dicari, tapi merupakan anugerah. Bisa-bisa malah celaka deh nantinya! Makanya jangan buru-buru percaya dengan orang-orang yang baru aja dikenal dan menjanjikan sesuatu yang menggiurkan. Kita perlu berpikir dua kali bahkan lebih untuk memutuskan sesuatu agar kita tak menyesal di kemudian hari.

Bookmark this post:
Sphinn Bumpzee Reddit Del.icio.us Digg ma.gnolia Windows Live Technorati co.mments Slashdot DZone Netvouz PlugIM Spurl it! LinkArena Mixx Blinklist Socialogs Wists Yahoo MyWeb Furl Google Bookmarks

RSS Feeds: Articles | Comments
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |



Comments

Leave a Reply




- Why ask? This confirms you are a human user!

Search on Rapidshare.com, 4Shared & ZShare.net