gudlux images

Artikel-artikel Pilihan:

Security VS Comfortability
Tips Memilih Blog
Kompilasi ALSA di LinuxMint 7
Berhati-hati ketika Menghapus Komentar Spam
Blog dengan Clean URL tanpa .htaccess
Makna di Balik Kesulitan | Melatih Kita menjadi Lebih Kuat dan Hebat


Kebangkitan Umat Islam?

Posted on June 26, 2009 by Moch. Iqbal Chahyadi
Filed Under All, belajar, cerita

Kita semua pasti sudah pernah bahkan sering sekali mendengarkan bahwa umat Islam dulunya pernah mengalami masa-masa kejayaan. Baik itu pada masa Rasulullah SAW maupun pada generasi sahabat dan pada masa Dinasti Abasiyah dan Umayyah. Kita ketahui juga bahwa masa keemasan Islam tak hanya dalam hitungan satu dua tahun saja tetapi dalam hitungan puluhan bahkan ratusan tahun. Sungguh menakjubkan bukan? Bagaimana umat Islam pada masa itu bisa melakukannya? Masih adakah kemungkinan hal semacam itu akan terjadi lagi pada masa sekarang dan masa-masa yang akan datang? Jawabannya adalah sangat mungkin, tetapi kapan hal itu akan terjadi, itulah yang masih menjadi teka-teki? Yang jadi pertanyaan lainnya adalah sudah siapkah umat Islam menghadapi (menjemput) kejayaannya?

Kalau kita lihat ke belakang mengapa umat Islam bisa jaya dan memimpin di depan adalah karena mereka memegang erat apa yang ada di agamanya. Apa sih yang ada di dalam agama ini? Pasti seluruh umat Islam sudah tahu jawabannya, yakni Al Qur’an dan Hadits. Sudah menjadi jaminan kalau pegangan umat Islam adalah Al Qur’an dan Hadits, maka tak hanya kejayaan di dunia yang akan didapatkan tapi juga kemenangan di akhirat kelak.

Bagaimana kok sekarang umat Islam keadaannya masih kayak gini? Ya, jawabannya sih mudah. Sudah dapat dipastikan bahwa pegangan umat Islam saat ini bukannya Al Qur’an dan Hadits. Lho, kalau kita lihat di televisi dan media lainnya, bukankah kalau ada pengajian yang datang jumlahnya banyak sekali? Kalau bulan Ramadhan bukankah banyak sekali orang yang tadarus Al Qur’an? Tiap tahun hampir selalu diadakan yang namanya MTQ dan MHQ? Bisa jadi itu semuanya hanyalah ibadah secara ceremonial saja dan kalau dilihat ke dalam diri pribadi yang bersangkutan tak ada sedikit pun ajaran Islam yang membekas!

Kita bisa lihat bersama, di satu sisi televisi menghadirkan pengajian yang mengajak kepada jalan Allah SWT namun pada saat yang bersamaan, televisi lain menyajikan tayangan yang mengajak ke arah yang berkebalikan. Saya kira kok lebih banyak orang yang condong (:baca hobi) ke tayangan hiburan, musik, gosip dll daripada duduk manis mengikuti pengajian.

Lalu bagaimana dong? Apa yang musti kita lakukan? Dengan kondisi semacam ini maka kita harus melakukan perubahan bersama-sama. Jangan kira kalau Anda berjuang sendiri, Anda akan berhasil dengan gemilang. Islam sendiri sudah mengajak kita untuk berjamaah. Oleh karena itulah dalam melakukan perubahan sikap dan perilaku ini pun kita tak bisa sendiri. Karena musuh yang kita hadapi sangat banyak maka berjamaah adalah hal yang harus kita lakukan. Kalau kita berjalan sendiri-sendiri bisa jadi kita malah terhanyut ke dalam peradaban yang sudah bobrok ini tanpa punya teman yang akan menolong kita.

Berjamaah “tak harus” ditunjukkan dengan mengikuti salah satu organisasi atau kelompok tertentu. Kalau kita semua berjalan pada jalan yang sama, maka insya Allah kita juga akan sampai pada tujuan yang sama. Dan jalan yang sama itu adalah mengikuti Al Qur’an dengan berpedoman pada Hadits yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Bagaimana tidak, umat Islam telah dihadiahkan seorang suri teladan terbaik. Tak perlu lagi umat Islam sibuk mencari-cari ke sana ke mari tentang siapakah tokoh yang perlu menjadi idolanya. Meneladani Rasulullah SAW memang perlu perjuangan dan banyak tantangan yang menghadang. Akan tetapi yakinlah bahwa yang kita lakukan adalah benar.

Umat Islam sering diibaratkan sebagai satu bangunan yang saling melengkapi, saling menguatkan dan saling menopang satu sama lain. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa untuk membangun bangunan Islam yang kokoh maka komponen-komponen pembangunnya perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya. Dan komponen penyusun bangunan Islam adalah umat Islam sendiri. Untuk itulah masing-masing kita perlu memperbaiki dan meningkatkan kualitas keIslaman yang telah kita miliki.

Segala sesuatu pasti dimulai dari hal yang terkecil terlebih dulu. Kalau kita tak bisa memperbaiki negara ini, maka kita bisa mencoba memperbaiki provinsi di mana kita tinggal. Kalau kita tak mampu memperbaiki provinsi di mana kita tinggal maka cobalah untuk memperbaiki kabupaten/ kota madya. Begitu seterusnya dan pada akhirnya akan sampai pada diri kita sendiri. Nah, kalau udah sampai pada diri kita sendiri maka kitalah yang harus “mencoba memaksa” diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik. Ingatlah bahwa Anda tak akan bisa mengubah sikap seluruh manusia di muka bumi ini, tapi yakinlah bahwa Anda diberi kemampuan untuk mengatur diri Anda sendiri!

Bookmark this post:
Sphinn Bumpzee Reddit Del.icio.us Digg ma.gnolia Windows Live Technorati co.mments Slashdot DZone Netvouz PlugIM Spurl it! LinkArena Mixx Blinklist Socialogs Wists Yahoo MyWeb Furl Google Bookmarks

RSS Feeds: Articles | Comments
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |



Comments

Leave a Reply




- Why ask? This confirms you are a human user!

Search on Rapidshare.com, 4Shared & ZShare.net