Jalan Raya bukan Arena Atraksi
Sebagai pengguna jalan raya Anda pasti udah pernah (atau bahkan mungkin sering) menemui beraneka ragam orang yang berlalu lalang. Ada yang seenaknya sendiri seakan-akan jalan itu cuman dipakai dia doang, ada yang agak sembrono dan sok aksi serta ada beberapa di antaranya yang sangat berhati-hati karena dia sadar bahwa jalan yang dipakainya adalah jalan umum.
Kalau yang lurus-lurus aja sih gak usah dibicarakan karena pasti semua udah tahu bagaimana tata cara berkendara yang baik di jalan umum. Akan tetapi, terkadang tahu saja belom cukup untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Berapa banyak kecelakaan yang terjadi akibat rasa egois dan masa bodoh dengan keselamatan orang lain. Ngebut di jalanan, nyerobot lampu merah, dan atraksi di jalan raya.
Poin yang terakhir yakni atraksi di jalan ini bukannya melakukan sirkus di tengah jalan tetapi seiring dengan majunya teknologi informasi dan komunikasi, sekarang mulai banyak orang (atau bahkan semua orang) udah membawa handphone di sakunya masing-masing. Nah, terkadang ketika sedang berkendara tiba-tiba ada SMS yang masuk, lalu apa yang Anda lakukan kalau kondisinya seperti itu? Kalau orang yang peduli dengan keselamatan dirinya dan orang lain maka ia pasti menepi dan berhenti dulu untuk membaca SMS yang masuk tadi dan kemudian membalasnya (kalau emang harus dibalas).
Namun, apa yang banyak terjadi di jalanan adalah hal yang sebaliknya. Ketika handphone-nya bergetar karena ada SMS atau panggilan yang masuk, dia malah langsung mengambil handphone dari sakunya lalu langsung membaca isi SMS atau menerima panggilan sambil mengendarai kendaraannya. Wah, apa gak kayak atraksi di jalanan tuh? Sambil mengendarai kendaraannya di juga sempat-sempatnya membaca dan membalas SMS dari teman/saudaranya. Saya gak tahu pasti berapa angka kecelakaan yang ditimbulkan oleh “tindakan egois” ini. Akan tetapi dilihat dari sisi keselamatan pastilah Anda setuju kalau tindakan semacam itu jelas-jelas akan membahayakan tak hanya dirinya saja tetapi juga orang lain. Kalau dia sendiri yang “celaka” sih terserah … lawong dia sendiri yang menjadi penyebabnya. Tapi kalau menyebabkan kecelakaan yang melibatkan orang di luar dirinya kan itu merupakan tindakan yang tak bisa kita terima. Kan sekarang udah ada hands-free untuk nerima telpon ketika berkendara (ini pun belum menjamin 100% ).
Apa sih susahnya berhenti sebentar untuk memeriksa SMS yang masuk atau membalas SMS? Sadarkah bahwa Anda tidak sendirian ketika berkendara di jalan raya?
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |

Comments
Leave a Reply