gudlux images

Artikel-artikel Pilihan:

Desktop-ku Hilang ke Mana Ya?
Coba Tebak, ke manakah yang 100?
Tips Mengamankan Password Anda
Alay Generator, Apaan Tuh?
Membobol Password Linux Mint 8 Helena
Security VS Comfortability


Cara-cara Mengubah Kebiasaan Buruk

Posted on June 4, 2009 by Moch. Iqbal Chahyadi
Filed Under All, belajar, cuap-cuap

Tulisan berikut ini pada mulanya bersumber dari acaranya Mas Faiz di Radio Female Yogyakarta. Aku hanya mengambil point-point-nya saja dan selanjutnya aku kembangkan sendiri serta kutambahi dengan kata-kataku sendiri.

Pada dasarnya dalam diri tiap manusia ada dua potensi besar yang akan saling mempengaruhi. Sebut saja potensi setan untuk hal-hal yang buruk, jahat, dan tercela serta potensi malaikat yang mewakili perilaku lembut, baik, dan terpuji. Secara fitrah (bawaan sejak lahir), manusia sudah membawa potensi malaikat karena tiap bayi yang dilahirkan tak membawa sedikit pun dosa. Dengan perkembangan umur dan pengaruh lingkunan maka potensi malaikat ini pun akhirnya mulai terdesak dengan adanya potensi setan. Apabila potensi setan ini menguasai diri kita maka secara otomatis potensi malaikat akan mengecil dan terkikis. Untuk itulah sebelum potensi setan menguasai diri kita maka kita harus memperkuat potensi malaikat sehingga potensi setan dapat ditekan.<!–more–>

Sesuai dengan judulnya, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengubah kebiasaan buruk yang ada dalam diri kita masing-masing.

1. Buatlah daftar seluruh kebiasaan buruk yang kita miliki.

Membuat daftar ini memang tak mudah. Dan yang terpenting adalah jangan terburu-buru untuk menyelesaikannya dalam satu waktu. Kita bisa melakukannya dalam kurun waktu tertentu secara bertahap. Misalnya saja dalam satu hari kita hanya bisa menuliskan 3 sifat buruk dalam diri kita, itu tidak apa-apa. Hari-hari berikutnya dilanjutkan dengan yang lainnya.
2. Buat pengelompokan

Hal ini merupakan suatu pilihan, artinya kalau pun tak dilakukan juga tak apa-apa. Pertama buatlah kelompok/kategori kebiasaan buruk yang telah kita tulis tadi. Sebagai contoh adalah pengelompokan berdasarkan dampak yang ditimbulkannya. Misalnya apakah berpengaruh kepada diri kita sendiri, keluarga atau masyarakat sekitar kita.
3. Penentuan skala prioritas

Tentukanlah kira-kira kebiasaan buruk manakah yang dirasa paling mudah untuk diubah. Kita memang harus melakukannya sedikit demi sedikit tapi continue (berkelanjutan). Cara lainnya adalah menentukan kebiasaan buruk mana yang paling mengganggu. Mengganggu di sini bisa mengganggu diri sendiri, mengganggu orang lain atau bahkan mengganggu diri sendiri dan juga orang lain. Tentunya untuk kebiasaan yang mengganggu diri sendiri dan juga orang lain lebih diutamakan.
4. Coba renungkan mengapa kita ingin menghilangkan kebiasaan buruk itu

Sebagaimana pembahasan pada point ke-3, maka mencari tahu kenapa kebiasaan buruk yang kita miliki harus diubah merupakan suatu hal yang penting untuk diketahui. Bisa jadi kita mengubah kebiasaan buruk karena ada dorongan dari luar seperti keinginan dari orang yang kita kasihi agar kita menghilangkan kebiasaan buruk yang mengganggunya. Motivasi seperti ini merupakan suatu yang temporer karena kita berubah karena ingin menyenangkan hati orang lain. Begitu orang yang tersebut “pergi” dari kehidupan kita maka motivasi kita akan menurun bahkan hilang sama sekali.

Dorongan dari luar itu penting namun ada yang lebih penting dari itu yaitu motivasi dari dalam diri kita sendiri. Kalau diri kita sudah meyakini bahwa kebiasaan buruk itu adalah sesuatu yang tidak benar maka ada atau pun tidak ada orang lain, kita tetap bisa mengubah kebiasaan buruk dan hal ini biasanya sifatnya lebih permanen.
5. Memotivasi diri sendiri bahwa kita bisa

Kalau diri kita sudah yakin bahwa kebiasaan buruk harus diubah maka langkah selanjutnya adalah meyakinkan diri kita bahwa kita bisa melakukannya. Karena seperti kita ketahui bersama, motivasi yang terkuat adalah motivasi yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Memotivasi diri harus dilakukan secara terus menerus dan tak mengenal lelah. Namun ada kalanya ketika motivasi dari dalam diri kita mulai menurun, motivasi dari orang-orang terdekat juga kita perlukan. Kita bisa meminta keluarga atau sahabat-sahabat kita supaya mereka membangkitkan motivasi kita sewaktu motivasi itu sedang down.
6. Mulailah sekarang juga

Jangan menunda sampai besik kalau hari ini, detik ini kita sudah bisa melakukannya. Karena semakin lama kita berada dalam kungkungan kebiasaan buruk tersebut, maka kita akan merasa nyaman dibuatnya. Hal ini menyebabkan kita semakin susah untuk melepaskan diri darinya. Jadi, jangan tunda lagi!
7. Bayangkan ketika kita berhasil

Hal ini dilakukan untuk membuat diri kita bersemangat dalam upaya mengubah kebiasaan buruk kita. Kalau di benak kita sudah tertanam angan-angan bahwa jika kita berhasil maka yang akan kita dapatkan adalah kebahagiaan dan hidup yang lebih baik, insya Allah semuanya akan berjalan lebih ringan.
8. Banyaklah berdoa

Meskipun diletakkan paling akhir tapi hal ini merupakan hal yang paling penting. Kalau kita mau merenung dan sejenak berpikir, maka segala apa yang kita miliki sebenarnya bukanlah milik kita bahkan diri kita sendiri sekalipun. Oleh karena itu, bedoa dan memohon kepada Sang Mahakuasa, Allah SWT merupakan suatu keharusan.

Bookmark this post:
Sphinn Bumpzee Reddit Del.icio.us Digg ma.gnolia Windows Live Technorati co.mments Slashdot DZone Netvouz PlugIM Spurl it! LinkArena Mixx Blinklist Socialogs Wists Yahoo MyWeb Furl Google Bookmarks

RSS Feeds: Articles | Comments
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |



Comments

Leave a Reply




- Why ask? This confirms you are a human user!

Search on Rapidshare.com, 4Shared & ZShare.net