Belajar dari Film Naruto | What You See is What You Are(?)
Nonton gak sekedar nonton. Itulah mungkin yang harus kita perhatikan ketika menonton suatu tayangan baik itu di televisi maupun di komputer atau di mana pun kita berada. Sebab apa yang kita tonton adalah apa yang akan membentuk diri kita. Sadar atau tidak sadar coba saja Anda perhatikan orang-orang atau teman-teman sekitar Anda. Saya punya beberapa teman yang hobinya nonton film Jepang atau Korea saya gak gitu tahu pasti maka gaya rambut, hobi, dan mungkin kalau bisa bentuk wajah dll akan sedikit banyak mengikuti apa yang biasa dilihatnya. Atau teman yang biasa nonton acara tertentu, pasti deh tagline atau kata-kata yang dipakainya nyerempet-nyerempet ke acara yang biasa ditontonnya.
Teman saya juga ada yang hobi nonton film Naruto Shippuuden (sama kayak saya), kalau comment di Facebook ada kata-kata kayak gini, “Kage Bunshin blablabla… saya jg gak gitu memperhatikan :)”. Atau mungkin Anda pernah menyaksikan berita bahwa ada anak kecil yang “membunuh” temannya sendiri gara-gara meniru adegan yang ada di Smack Down dkk. Ada serentetan kejadian di sekitar kita yang menunjukkan bahwa apa yang sering kita lihat lambat laun akan menjadi bagian dari diri kita. Jadi … waspadalah … waspadalah!
Ok, masalah what u see is what u are akan saya bahas lebih lanjut dalam posting selanjutnya. Sekarang kita akan melihat sedikit yang bisa saya dapatkan ketika nonton Naruto Shippuuden (saya biasa nonton yang versi download-an dari internet). Setelah saya perhatikan ternyata ada hal-hal positif juga ya yang dapat kita ambil dari film Naruto.
-
Untuk mendapatkan sesuatu kita harus bekerja keras.
Saya teringat ketika Naruto pengen mendapatkan jurus baru yakni Rasen-Shuriken maka yang harus dilakukannya adalah berlatih dan berlatih. Jangan kira latihannya cuman satu dua jam tapi berhari-hari. Itu pun karena dia bisa membuat Clone yang banyak sehingga latihannya cuman dalam hitungan hari. Kata Kakashi (gurunya), sebenarnya dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi menguasa Cakra Manipulation. Bahkan ketika latihan pun dia harus dijaga oleh Yamato yang berjaga-jaga kalau Nine-Tailed Beast yang ada di dalam tubuh Naruto bangun ketika sedang latihan Cakra Manipulation. Nyoba satu dua kali dia belom berhasil tapi dia tidak menyerah dan terus mencoba. Keren juga ya… karena naruto punya satu tujuan yakni menjadi lebih kuat supaya bisa membawa kembali Sasuke ke Konoha. Tujuan yang jelas akan membawa kita ke arah yang jelas pula. Bayangkan kalau kita melakukan sesuatu tanpa tujuan, pasti gak akan ada motivasi. Kalaupun ada motivasi mungkin hanya sesaat dan ketika hambatan mulai muncul maka kita akan mudah berhenti di tengah jalan ketika tujuan kita belum tercapai. -
Kita membutuhkan teman untuk berjuang.
Hampir dalam setiap misi, naruto dkk pasti melakukannya bersama team dan kawan-kawannya. Maklum aja, Naruto itu orangnya mudah terpancing dan jarang bisa berpikir dengan jernih (kayaknya) jadi dia harus terus diingatkan oleh teman-teman dan gurunya. Hal ini pun bisa diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita butuh teman baik itu untuk tempat ngobrol, berbagai cerita, dan sebagai pengingat ketika kita mulai ngawur dan melenceng dari aturan. Teman di sini tentunya adalah teman yang positif lho! Pengalaman saya pribadi, memiliki teman yang semangat dan tak mengenal menyerah ternyata membawa dampak juga pada saya. Kalau melihat orang yang selalu semangat dan terus berusaha saya jadi malu sama diri sendiri. Mengapa kok saya bermalas-malasan, mudah mengeluh dan gampang menyerah ya padahal teman saya bisa melakukan hal yang lebih positif. Bukankah saya juga bisa melakukannya?
Mungkin itu dulu yang bisa saya ambil dari Film Naruto dan mungkin film-film lainnya pun juga bisa Anda jadikan sebagai bahan acuan untuk menjadi lebih baik. Kalau ada hikmah lain dari film naruto (atau film yang lain) maka tulisan ini akan berlanjut tapi kalau gak ketemu ya cukup sekian saja……
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |

Comments
Leave a Reply