gudlux images

Artikel-artikel Pilihan:

Kompilasi ALSA di LinuxMint 7
Berhati-hati ketika Menghapus Komentar Spam
Blog dengan Clean URL tanpa .htaccess
Makna di Balik Kesulitan | Melatih Kita menjadi Lebih Kuat dan Hebat
Mencegah AutoCharging ketika Ponsel Sony Ericsson Dicolokkan via USB Cable
Facebook tak Bisa Diakses lewat Linux?


Bangga menjadi Diri Sendiri

Posted on September 27, 2009 by Moch. Iqbal Chahyadi
Filed Under All, cuap-cuap, sharing

Kayaknya enak ya jadi Si X! Hidupnya senang terus, banyak teman, kaya, gak punya masalah, berprestasi dll sbg. Begitulah sedikit anggapan sebagian orang yang melihat kesenangan yang dimiliki orang lain. Seolah-olah ia akan bahagia ketika menjadi orang lain itu. Dengan sikap seperti ini, seakan-akan ia tidak terima dengan segala yang telah Allah SWT anugerahkan kepadanya. Seakan-akan Allah SWT tidak adil dalam membagikan rezeki. Mengapa orang itu mendapatkan banyak sedangkan kita cuman sedikit.

Sadar atau tidak pasti kita udah pernah memiliki pikiran semacam itu. Saya sendiri pun juga beberapa kali (mungkin malah sering) menganggap orang-orang yang saya temui kelihatannya sangat bahagia dan sya berandai-andai, “Enak bangget ya kalau saya menjadi dia!”

Akan tetapi, di kemudian hari saya ketahui bahwa orang yang saya kira sangat bahagia itu, ternyata memiliki permasalahan yang complicated bangget. Saya kira kalau saya yang jadi dia, maka saya gak kuat menghadapi persoalan semacam itu. Ya, ternyata yang saya anggap (sepertinya) baik bagi saya ternyata tidak begitu pada kenyataanya. Tiap kita udah dikasih jatah masing-masing. Gak usah iri apalagi dengki dengan apa yang diperoleh orang lain. Yakinlah bahwa yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita adalah sesuatu yang terbaik bagi kita.

Keterbatasan ilmu yang kita miliki terkadang membuat kita tidak mampu melihat mana yang baik bagi kita dan mana yang tidak baik bagi kita. Seringkali kita baru mengetahui kebaikan yang ada pada suatu kejadian yang menimpa kita setelah kurun waktu tertentu. Bisa jadi hari ini kita menganggap suatu kejadian itu buruk dan tidak adil tapi seminggu kemudian (atau sebulan kemudian, setahun kemudian atau jangka waktu tertentu) baru ketahuan deh hikmahnya. Jadi, sabar dan khusnudzon adalah kuncinya!

Bookmark this post:
Sphinn Bumpzee Reddit Del.icio.us Digg ma.gnolia Windows Live Technorati co.mments Slashdot DZone Netvouz PlugIM Spurl it! LinkArena Mixx Blinklist Socialogs Wists Yahoo MyWeb Furl Google Bookmarks

RSS Feeds: Articles | Comments
Subscribe to this site: Bloglines | Feedster | Newsgator | Pluckit | Rojo |



Comments

Leave a Reply




- Why ask? This confirms you are a human user!

Search on Rapidshare.com, 4Shared & ZShare.net